Data Center Amazon. Foto: Amazon.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Perang antara AS-Israel vs Iran memberikan dampak terhadap Amazon. Berdasarkan laporan, data center Amazon di Uni Emirat Arab dan Bahrain rusak akibat serangan drone.
Mengutip Reuters, Iran membalas serangan AS-Israel dengan meluncurkan rudal dan drone. Yang jadi sasaran rupanya bukan cuma pangkalan militer AS di kawasan Teluk, tapi juga tampaknya perusahaan AS.
Serangan ke data center Amazon di UEA adalah pertama kalinya perusahaan data center Amerika kena dampak perang. Tentu hal ini akan menjadi pertanyaan terkait masa depan bisnis mereka di kawasan Teluk.
"Di UAE, 2 dari 4 fasilitas terkena drone. Sedangkan di Bahrain satu serangan drone dekat dengan satu fasilitas kami dan menyebabkan dampak fisik terhadap infrastruktur," kata Amazon Web Service (AWS) dalam pernyataan resmi.
Serangan tersebut, menyebabkan kerusakan struktural dan mengganggu aliran listrik ke data center. Selain itu, terjadi kebakaran yang harus dipadamkan dan menyebabkan kerusakan karena air.
"Kami bekerja keras untuk memulihkan ketersediaan layanan secara penuh secepatnya. Namun kami memperkirakan pemulihan akan lama karena kondisi kerusakan fisik yang terjadi," kata AWS.
AWS sebelumnya pada Minggu melaporkan sebuah objek memicu api sehingga memaksa mereka memutus listrik ke data center mereka. di UEA. UEA adalah hub regional perusahaan teknologi AS untuk data center dengan kebutuhan AI yang melayani misalnya ChatGPT. (*)














