SUMENEP, BANGSAONLINE.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep harus menghadapi tantangan efisiensi anggaran pada tahun 2026. Hal ini menyusul penurunan tajam alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima kabupaten ujung timur Pulau Madura tersebut.
Jika pada tahun 2025 alokasi yang diterima mencapai angka Rp62 miliar, pada tahun anggaran 2026 nilainya merosot tajam menjadi Rp33,1 miliar.
Penyusutan anggaran sebesar puluhan miliar rupiah ini dipastikan akan memaksa pemerintah daerah untuk merombak skala prioritas program yang didanai oleh cukai tembakau.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Samioeddin, memberikan peringatan keras kepada pemerintah daerah. Ia menekankan agar Pemkab Sumenep lebih berhati-hati dan memiliki skema matang agar anggaran yang terbatas tetap memberikan dampak nyata.
"Yang paling penting adalah penerima manfaat. Jangan sampai program berjalan, tapi sasarannya tidak tepat," tegas Samioeddin, Selasa (6/1/2026).
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menggarisbawahi pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan atau program. Menurutnya, pemangkasan anggaran ini secara otomatis mempersempit ruang gerak program, sehingga tidak ada celah untuk ketidaktepatan sasaran.
"Dengan anggaran yang berkurang, tentu tidak bisa lagi seperti sebelumnya. Pemerintah harus benar-benar selektif," tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, mengklarifikasi bahwa penurunan ini bukan disebabkan oleh kinerja serapan anggaran daerah pada tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan kebijakan langsung dari pemerintah pusat.
"Pemotongan ini tidak hanya terjadi di Sumenep, tapi hampir di seluruh daerah," jelas Dadang.
Meski anggaran berkurang hampir separuh dari tahun sebelumnya, Dadang memastikan bahwa arah kebijakan penggunaan DBHCHT tahun 2026 tetap akan mengacu pada regulasi yang ada, yakni fokus pada kesejahteraan masyarakat, penegakan hukum, dan sektor kesehatan.
"Peruntukannya kemungkinan besar tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tidak jauh berbeda," pungkasnya.






