Buku tabungan PKH milik Tipah dan Suliha, warga Dusun Burneh, Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, usai dicetak koran tahap dua. Foto: MUTAMMIM/BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Tipah dan Suliha warga Dusun Burneh, Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, diketahui ada yang mencairkan di tahap kedua.
"PKH saya di tahap dua ada yang mencairkan, dan itu saya tidak mengetahui siapa yang mencairkannya," kata Tipah saat dikonfirmasii BANGSAONLINE.com, Senin (22/8/2022).
BACA JUGA:
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
- Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi
- Konflik Timur Tengah Masih Panas, Disnaker Sampang Sebut Pengiriman Pekerja Migran Tetap Berjalan
- Diskominfo dan Dinsos Sampang Kolaborasi Siapkan Sosialisasi Larangan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
Ia mengaku, saat buka tabungan PKH di Print Out di Bank BRI Cabang Sampang ada saldo masuk dan saldo keluar sebesar Rp2,1 juta.
"Setelah buku tabungan PKH di print out saya langsung kaget, ternyata ada uang yang belum saya terima. Sedangkan ATM PKH saya dikumpulkan oleh ketua kelompok yang kemudian diserahkan kepada pendamping," ungkapnya.
Usai mengetahui bantuan PKH-nya di tahap dua ada yang mencairkan, Tipah mengatakan tidak ikhlas. Sebab, bantuan PKH merupakan salah satu unsur untuk membiayai anaknya yang sedang sekolah dan biaya hidup sehari-hari.
"Bantuan PKH saya peruntukan untuk membiayai anak saya yang sekolah dan kebutuhan hidup," tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




