Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin, saat menghadiri pembukaan Aksioma di Tuban. (foto: suwandi/BANGSAONLINE)
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Meski biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) megalami penurunan, namun menteri agama republik Indonesia (Menag RI), Lukman Hakim Saifudin sudah menjamin tak akan mempengaruhi proses pelayanan kepada para jama’ah haji.
Hal itu diungkapkan politisi asal PPP tersebut seusai membuka kegiatan AKSIOMA ke-9 tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan di Alun-alun Tuban, jum’at (8/5).
BACA JUGA:
- Mengapa Dam Haji Tidak Bisa Dipindahkan ke Indonesia
- Kemenhaj Tegaskan Larangan Jemaah Haji Ikut Ziarah dan City Tour Sebelum Puncak Armuzna
- Cuaca Musim Haji 2026 Hari Ini: Makkah Tembus 41 Derajat, Kelembapan Madinah Cuma 14 Persen
- Tanggung Akomodasi CJH ke Asrama Haji Surabaya, Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemprov Jatim
Dihadapan awak media, Lukman meyebutkan, pemerintah pada tahun ini sepakat menurunkan BPIH sebesar 502 US dolar. Sehingga, bila dirata-rata ongkos haji tahun ini yang terdapat pada 12 embarkasi tersebar di Indonesia menjadi senilai 2717 US dolar dari harga sebelumnya yang mencapai 3219 US dolar.
“Di Indonesia ada 12 embarkasi, dari masing-masing embarkasi memiliki harga yang berbeda. Tetapi bila dirata-rata biaya haji sebesar 2717 US dolar. Diharapkan, setelah kepres ditandatangani dan keluar, maka jamaah yang dijadwalkan berangkat musim haji tahun ini dapat melunasi dengan masa tenggang satu bulan,” bebernya.
Dijeaskannya, selain biaya haji yang turun, para jamaah haji juga bakal mendapat peningkatan pelayanan berupa tambahan pemberian konsumsi. Padahal bila disimak pada tahun sebelumnya tambahan asupan gizi ini tidak ada.
“Insyaallah selama pelaksanaan ibadah, jamaah haji juga akan diberikan konsumsi,” tutupnya. (wan/rvl)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




