Petugas PT Solusi Bangun Indonesia saat mengontrol pabrik.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) mencatat laba bersih sebesar Rp594 Miliar hingga kuartal III tahun. Capaian itu disebabkan adanya kontraksi permintaan semen nasional jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Masa adaptasi selama lebih dari dua tahun masa pandemi membuktikan resiliensi SBI dalam industri yang pasarnya mengalami hiperkompetisi dan inflasi komoditi," kata Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo, Minggu (30/10/2022).
BACA JUGA:
- Digugat ke Pengadilan, BNI Cabang Tuban Diduga Alihkan Sertifikat Jaminan Tanpa Persetujuan Pemilik
- DPRD Tuban Dorong Penguatan Gerakan Literasi, Soroti Minimnya Pemahaman Demokrasi Pelajar
- Dukung Pertanian Presisi, BRI Tuban Bangun Greenhouse di Kampus Mapesa Singgahan
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
"Volume penjualan semen dan terak SBI relatif stabil dengan kenaikan 1,65 persen menjadi 9,9 juta ton, dan peningkatan pendapatan menjadi sebesar Rp9 triliun atau naik 12,51 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu," imbuhnya.
Ia menyebut, dampak kumulatif kenaikan biaya energi dan bahan bakar pada distribusi menyebabkan kenaikan beban pokok pendapatan, serta biaya distribusi seiring kenaikan volume penjualan.
Kendati demikian, kata Lilik, sinergi dengan SIG untuk mengoptimalkan penjualan dan optimalisasi efisiensi operasi berhasil membantu SBI mempertahankan laba kotor yang relatif stabil menjadi Rp2 triliun.
"Penurunan beban keuangan turut membantu SBI mempertahankan kinerja positif secara keseluruhan sehingga tercapai Laba Bersih sebesar Rp594 miliar," tuturnya.
Ia mengatakan bahwa PT SBI akan terus mengutamakan fokus keberlanjutan pada setiap upaya perusahaan berinovasi pada produk, layanan dan seluruh kegiatan operasional. Meskipun, dalam setiap pelaksanaan di lapangan menghadapi tantangan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




