Tim ambulans PMI saat mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Koesma Tuban.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Empat hari dinyatakan hilang, jasad Kartono (62), warga Desa Simorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, akhirnya ditemukan mengapung di Sungai Bengawan Solo.
Pria lanjut usia itu dinyatakan hilang dan hanyut saat mandi di Sungai Bengawan Solo. Jenazah korban ditemukan Tim SAR gabungan setelah melakukan upaya pencarian dengan menggunakan perahu karet selama empat hari.
BACA JUGA:
- Dukung Pertanian Presisi, BRI Tuban Bangun Greenhouse di Kampus Mapesa Singgahan
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
"Jenazah korban ditemukan mengapung di tepi Sungai Bengawan Solo masuk wilayah Kabupaten Lamongan, sekitar 30 kilometer dari titik hilangnya korban," jelas Kapolsek Widang AKP Rukimin saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Jumat (11/11/2022).
Mantan Kapolsek Jenu ini menambahkan, setelah korban dinyatakan hanyut dan hilang di Sungai Bengawan Solo, tim SAR gabungan terus berupaya melakukan penyisiran di aliran sungai. Namun, tiga hari penyisiran yang dilakukan tim gabungan belum membuahkan hasil.
Sampai di hari keempat, salah satu tim menemukan jasad korban mengapung di tepi Sungai Bengawan Solo. Setelah dievakuasi ke RSUD dr R Koesma Tuban dan dilakukan pemeriksaan, dipastikan jasad tersebut adalah Kartono.
"Dengan ditemukannya korban laka air di Sungai Bengawan Solo, proses pencarian dan penyisiran dinyatakan ditutup," tutupnya.
Sekadar informasi, Kartono (62) warga Desa Simorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, hanyut di Sungai Bengawan Solo saat sedang mandi, Selasa (8/11/2022) lalu. Sejumlah saksi yang mengetahui kejadian itu langsung melapor di BPBD Tuban dan polsek setempat untuk melakukan upaya pencarian. (gun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




