Habib Umar tak Mampu Bendung Air Mata

Habib Umar tak Mampu Bendung Air Mata Habib Umar (baju putih) tak kuasa menahan air mata didampingi Maulana Afeefuddin Al-Jailani dari Baghdad saat hendak menyerahkan bantuan secara simbolis kepada anak yatim piatu di Bangil Pasuruan kemarin. (ft: abdurrahman ubaidah/BANGSAONLINE.com)

"Aku merindukanmu, ayah...., aku merindukanmu ayah...," begitu sebagian bunyi puisinya. Puisi itu diakhiri dengan bait-bait doa agar orang tuanya yang sudah tiada lagi memperoleh tempat yang indah di sisi-Nya.

Acara dilanjut dengan taushiah oleh Syaikh Maulana Afeefuddin yang mengingatkan jamaah agar memberikan perhatian dan kepedulian terhadap anak yatim yang tidak berdaya karena sudah ditinggalkan oleh orangtuanya.

"Bukan hanya sekedar memberi makan dan pakaian kepada mereka, tetapi lebih itu bagaimana agar anak-anak yatim itu memiliki kesempatan belajar, sehingga menjadi anak-anak yang berguna di masa depan," ungkap Sayyid keturunan Waliyullah Abdul Qodir Jailani itu.

Dalam kesempatan itu, kemarin juga juga dihimpun sumbangan dari jamaah yang hadir dengan mengedarkan kaleng/kerdus. Habib Umar minta panitia agar menghitungnya dengan cermat. Lalu diumumkan hasilnya. 

"Setelah dihitung oleh panitia, saya minta agar berapa pun jumlahnya diumumkan, agar semua jamaah tahu berapa uang yang terkumpul. Semuanya akan disumbangkan untuk anak yatim," tegas habib Umar di sela acara pengumpulan sumbangan tersebut.

Dari perhitungan secara cermat yang dilakukan panitia akhirnya dari kaleng/kardus yang beredar di antara kamaah berhasil dikumpulkan sumbangan uang sebesar Rp  29.553.000.,-Ditambah lagi jam tangan : 5 unit, cincin akik: 1 biji, cincin emas: 1 biji, handphone: 1 unit merk Asiaphone, dan uang Dollar Singapore: $S.52,-

Acara berakhir sekitar pukul 13.00. Menurut rencana, Ahad pagi ini kegiatan di Majlis Maulid Watta'lim Roudhotussalaf dilanjutkan lagi. Acaranya adalah Haul Akbar Syekh Abdul Qadir Jailani. Diawali dengan pembacaan manaqib, diteruskan pembacaan Maulidurrasul, kemudian dzikir akbar yang dipimpin Syaikh Maulana Afeefuddin Al-Jailani.

Ikut dalam rombongan Maulana Afeefuddin asal Baghdad, Syaikh Ridwan Jum'ah dari Kairo Mesir, beberapa tamu khusus dari Singapura, para guru dari Kalimantan Selatan, para habaib baik dalam kota maupun luar kota, hadir pula para kiai.    

Sumber: Harian Bangsa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO