Para pekerja saat akan menata bangku di sekitar monumen SLG. Foto: Ist
Pemasangan lampu dekoratif, menurut Putut, tidak hanya dipusatkan di pedestarian yang melingkari monumen, melainkan juga dipasang di pedestrian kaki-kaki Simpang Lima Gumul. Baik itu dari arah Pemkab Kediri, Pamenang, Pare, Plosoklaten maupun Pesantren.
"Ini bagian dari perwujudan penataan wajah Kabupaten Kediri sebagaimana yang diintruksikan Mas Dhito (sapaan akrab bupati). Dalam penataan ini kita juga menampilkan elemen yang ada dalam motif batik khas dengan harapan semakin banyak orang yang tahu," terangnya.
Selain penataan Simpang Lima Gumul, Dinas Lingkungan Hidup juga melakukan peningkatan kualitas ruang terbuka hijau (RTH). Semua taman yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup ditambah tempat sampah maupun fasilitas tempat cuci tangan.
"Sejak pandemi terbentuk pola kebiasaan masyarakat menjaga kebersihan dengan cuci tangan, dan ini menjadikan kita berkewajiban menyediakan fasilitas cuci tangan di ruang publik," ungkap Putut.
Sebelumnya, bupati meminta dinas terkait bekerja keras melakukan penataan Kabupaten Kediri. Dhito menginginkan orang melihat wilayahnya tertata dengan baik begitu bandara Kediri beroperasi. (tia/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




