Upah Rp70-90 Ribu, Penambang Pasir Brantas Kediri Tetap Bertahan

Upah Rp70-90 Ribu, Penambang Pasir Brantas Kediri Tetap Bertahan Koordinator Paguyuban Penambang Pasir Tradisional Semampir-Mojoroto, Marlan, saat memberi keterangan kepada awak media. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Aktivitas penambangan pasir tradisional di Sungai Brantas, wilayah Semampir dan Mojoroto, masih menjadi sumber penghidupan bagi ratusan warga. 

Setiap hari, para penambang harus menyelam ke kedalaman 3-4 meter menggunakan alat tradisional seperti songkro untuk mengambil pasir, kemudian mengangkutnya ke perahu dan menyalurkan ke penampungan di tepi sungai.

Koordinator Penambang Pasir Tradisional Semampir-Mojoroto, Marlan (53), menyebut jumlah penambang yang tergabung dalam paguyuban mencapai sekitar 400 orang.

"Di sini memang tidak ada mesin mekanik, adanya murni manual. Kalau ada penambang pasir mekanik, pasti akan kami tolak," ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Marlan menegaskan aktivitas penambangan dilakukan secara turun-temurun tanpa menggunakan mesin penyedot pasir. Perahu bermesin yang terlihat di lokasi hanya dipakai sebagai sarana transportasi, bukan untuk mengambil pasir. 

Ia juga membantah tudingan bahwa penambangan tradisional merusak lingkungan atau mengancam konstruksi jembatan.

"Kami berharap teman-teman media bisa memberikan klarifikasi yang berimbang, karena di sini tidak ada penambangan mekanik seperti yang diberitakan sebelumnya," tuturnya.

Selain menambang, para pekerja disebut turut menjaga kebersihan sungai dengan membersihkan sampah di sekitar lokasi. Aktivitas ini menyerap tenaga kerja lokal dan menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

Salah satu penambang, Lutfi, mengaku setiap hari hanya memperoleh upah Rp70-90 ribu, tergantung kondisi sungai dan hasil penjualan pasir.

"Kami mengambil pasir di kedalaman sungai sekitar 3-4 meter dengan cara menyelam. Pekerjaan ini sudah kami lakukan sejak lama, bahkan orang tua dan kakek kami juga sudah melakukan pekerjaan ini secara turun-temurun," katanya. (uji/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'BI Kediri Gelar Bazar Pangan Murah Ramadhan 2024':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO