BMKG Imbau Masyarakat Tak Lihat Proses Gerhana Matahari Hibrida Secara Langsung. Foto: Ist
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar tidak melihat proses gerhana matahari hibrida secara langsung karena akan dapat merusak mata.
"Jangan melihat proses gerhana secara langsung, radiasi matahari dapat merusak mata kita. Gunakanlah kacama khusus yang menggunakan filter untuk melihat matahari", ujar Suko Prayitno Adi selaku Deputi Bidang Geofisika BMKG pada Kamis (20/4/2023).
BACA JUGA:
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
- Prakiraan Cuaca Kota Batu Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 17-23°C, Kecepatan Angin 3.1 m/s.
Suko mengatakan bahwa gerhana matahari hibrida merupakan peristiwa gerhana matahari total dan cincin yang terjadi secara berurutan dalam satu fenomena gerhana.
"Fenomena gerhana matahari hibrida merupakan fenomena yang terjadi cukup langka", ujarnya.
Suko menyampaikan bahwa gerhana matahari total dapat diamati di wilayah Biak, Papua dan Pulau Kisar, Maluku pada 20 April 2023.
Suko menjelaskan kontak awal gerhana matahari total di Biak terjadi pada pukul 12.20.46 WIT, kontak kedua pukul 13.56.42 WIT, puncak gerhana pukul 13.57.13 WIT, kontak ketiga pukul 13.57.44 WIT, dan kontak terakhir pukul 15.26.14 WIT.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




