KH Taufiq Ajari Santri Al-Fauzan Cepat Kuasai Kitab Kuning

"Kemudian, datanglah mereka ke tempat saya, saya beritahukan caranya, bahwa tidak semua bait Alfiyah yang 1000 itu penting. Hanya sebagian saja yang penting. Sekitar 150 bait. Maka jadilah Amtsilati itu. Lainnya hanya pelengkap saja. Seperti anda memiliki pakaian 1000. Tidak mungkin pakaian 1000 itu anda pakai semua, tapi mungkin cukup enam pakaian saja dalam satu minggu," urainya.

Apakah cabang Amtsilati ada di semua daerah? Penyelenggara pendidikan dengan metode Amtsilati ada di semua daerah, mulai dari Sabang hingga Merauke. Hanya saja, menurut Kiai Taufiq, ada yang berdiri dan jalannya cepat, ada yang lambat.

"Yang berjalan cepat itu, karena ada guru tugasnya dari pusat Amtsilati di Darul Falah Jepara. Dengan adanya guru tugas, akan lahir tenaga-tenaga guru di bawahnya. Kehadiran guru bantuan yang disebut tutor sebaya itulah yang membuat penyelenggaraan pendidikan Amtsilati berjalan dengan cepat," terangnya.

Di Al-Faauzzan ada guru tugasnya? "Dulu di sini ada. Ndak tahu sekarang. Sebab, di Al-Fauzan ini kan sudah mandiri, sudah bisa menelurkan generasi setelahnya. Seperti demostrasi tadi kan lumayan. Mereka baru usia belasan, tapi sudah bisa membaca kitab kuning," tambahnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: