Polisi saat cek kondisi santri di RSU PKU Muhammadiyah Jombang. Foto: Aan Amrulloh/BANGSAONLINE
JOMBANG,BANGSAONLINE.com - Puluhan santri Pondok Pesantren Darrut Taubah di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu buka puasa.
Insiden yang terjadi pada Kamis (5/3/2026) malam itu membuat para santri mengalami gejala mual dan muntah hebat.
BACA JUGA:
- Menham Pigai Soroti Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, SPPG Dinilai Layak Dihentikan
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Dalang Penculikan Satu Keluarga di Jombang Ditangkap
- Petaka! Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Keracunan MBG dari SPPG Tembok Dukuh
Para santri diketahui mengonsumsi nasi rawon dan telur asin saat berbuka puasa. Peristiwa tersebut mulai memuncak sekitar pukul 19.00 WIB.
Suasana pesantren sempat mencekam ketika puluhan santri harus dievakuasi menggunakan ambulans.
Evakuasi dilakukan karena kondisi fisik para santri yang terus melemah.
Salah satu santri, M. Surur (18), mengatakan gejala mual mulai dirasakan secara bersamaan saat ibadah tarawih berlangsung.
Ia menyebut makanan yang dikonsumsi sebelumnya adalah nasi rawon dari pihak pondok.
Selain itu, para santri juga mengonsumsi telur asin yang berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Awalnya mual-mual, tapi rasanya beda dari mual biasa. Banyak teman-teman, terutama yang putri, kondisinya lebih parah sampai harus digotong," ujarnya.
Hingga Kamis malam, para korban menjalani perawatan intensif di RS PKU Muhammadiyah Mojoagung.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




