Polisi saat cek kondisi santri di RSU PKU Muhammadiyah Jombang. Foto: Aan Amrulloh/BANGSAONLINE
Berdasarkan data sementara dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, jumlah korban mencapai 30 santri.
Dari jumlah tersebut, 10 santri merupakan putra dan 21 lainnya putri.
Kepala Dinas Kesehatan Jombang Hexawan Tjahja Widada mengonfirmasi para santri menunjukkan indikasi klinis intoleransi makanan atau keracunan.
Ia menyebut gejala yang dialami para korban didominasi mual dan muntah.
"Gejala utamanya mual dan muntah. Petugas medis sudah bergerak cepat memberikan penanganan darurat kepada seluruh santri yang terdampak," jelas Hexawan saat meninjau lokasi.
Pihak Dinas Kesehatan Jombang belum dapat memastikan sumber keracunan yang dialami para santri.
Petugas masih menelusuri apakah keracunan berasal dari menu rawon yang disediakan pondok atau telur asin dari program MBG.
Untuk memastikan penyebabnya, tim medis telah mengamankan sejumlah sampel makanan. Sampel tersebut meliputi sisa nasi rawon, telur asin, serta muntahan pasien.
"Kami tidak ingin berspekulasi. Sampel akan dikirim ke laboratorium besok untuk memastikan apakah pemicunya berasal dari makanan tertentu atau faktor lain," tutupnya.
Hingga saat ini, 10 santri dilaporkan sudah diperbolehkan pulang. Sementara santri lainnya masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. (aan/van)















