Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati.
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemkot Kediri bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan keracunan yang dialami 73 siswa SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1 usai mengonsumsi makanan dalam program MBG atau Makan Bergizi Gratis.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, langsung menginstruksikan jajaran terkait melakukan penanganan menyeluruh serta menelusuri penyebab kejadian.
BACA JUGA:
- Menham Pigai Soroti Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, SPPG Dinilai Layak Dihentikan
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Wali Kota Kediri Tekankan Pentingnya Data Valid untuk Bantuan Sosial
- Petaka! Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Keracunan MBG dari SPPG Tembok Dukuh
“Kemarin setelah kami mendapatkan informasi terkait kasus keracunan, kami melakukan beberapa upaya. Pertama, Pemkot Kediri melalui Dinkes telah melakukan uji laboratorium dan juga melakukan investigasi kehigienisan dari SPPG Tempurejo,” ujarnya pada Jumat (24/4/2026) malam.
Hasil uji laboratorium menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli), sementara survei kehigienisan menunjukkan SPPG Tempurejo belum melakukan uji organoleptik. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami telah berkoordinasi dengan BGN, sementara ini SPPG Tempurejo akan disuspend. Dan nantinya kami akan menunggu hasil lebih lanjut dari keputusan BGN seperti apa,” kata Vinanda.
Dari 73 siswa terdampak, sebagian besar sudah kembali bersekolah, sementara lima anak masih dipantau kesehatannya oleh Dinas Kesehatan (Dinkes).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




