Petaka! Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Keracunan MBG dari SPPG Tembok Dukuh

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Ratusan siswa sekolah dasar di Surabaya diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur SPPG Tembok Dukuh, Senin (11/5/2026).

Para siswa yang mengalami keluhan kesehatan sempat menjalani perawatan di ruang tunggu RS Ibu dan Anak IBI Surabaya. 

Sebagian siswa diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani perawatan intensif karena kondisi kesehatannya menurun.

Peristiwa tersebut diduga menimpa siswa dari 12 sekolah, di antaranya SD Tembok Dukuh 1, 2, dan 3, TK, SD dan SMP Aleteia, SD Pancasila 5, SMP Islam, SD Raden Wijaya, TK dan SD Ubaid, serta sekolah di wilayah RW 10 Kelurahan Demak Jaya.

Para siswa dilaporkan mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG yang diproduksi dapur SPPG di Jalan Demak Madya, Kecamatan Bubutan.

Mengetahui banyaknya siswa yang mengalami keluhan kesehatan, pihak rumah sakit langsung melakukan penanganan medis dan pemeriksaan terhadap para korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu menu MBG berupa daging sapi diduga dalam kondisi tidak layak konsumsi. 

Selain itu, menu ayam disebut memiliki tekstur kurang matang dan masih berwarna merah di bagian dalam.

Salah satu siswa SDN Tembok Dukuh III-85, Cicilia, mengaku sempat mengalami mual dan muntah setelah mencicipi menu daging yang disajikan.

”Ada yang nggak makan sama sekali, saya hanya mencicipi saja,” ujar siswi kelas 6 itu.

Ia mengaku dapat membedakan daging matang dan tidak matang. Namun menurutnya, rasa bumbu pada menu daging tersebut terasa kurang pas.

”Ini baru pertama kali menu daging, biasanya tidak ada, menunya ya keringan, lalu ada sayuran juga,” ungkapnya.

Cicilia mengatakan, selain daging sapi terdapat pula menu ayam yang menurutnya masih tampak kemerahan di bagian dalam.

”Saya kurang tau ya, apakah sudah matang atau tidak, tapi yang jelas rasanya kurang pas,” jelasnya.

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla, membenarkan bahwa makanan MBG untuk 12 sekolah tersebut diproduksi oleh dapur SPPG Tembok Dukuh.

"Kami meminta maaf atas kejadian MBG yang kami kelola di SPPG Dukuh Tembok, dan kami akan bertanggung jawab akan perawatan medis kesehatan kepada para korban siswa siswi," ujarnya saat ditemui awak media, Senin (11/5/2026).

Chafi Alida

Terkait dugaan makanan basi hingga muncul belatung serta ayam yang diduga belum matang, Chafi membantah bahan makanan yang digunakan dalam kondisi tidak layak.

"Kalau bahan makanan basi tidak mungkin, kami menerimanya makanan dalam keadaan Fress dan bagus, kemungkinan bumbunya kurang tepat atau bahan dasar bumbunya yang agak lama," ujar Chafi Alida Najla kembali.

Ia juga mengungkapkan bahwa menu daging sapi baru pertama kali diuji coba dalam program MBG tersebut.

"Selama ini kami tidak pernah memberikan menu daging ini yang pertama kali, kalau bakso dari bahan baku daging pernah kita berikan," tambahnya.

Sementara itu, pihak Polsek Bubutan bersama Muspika Kecamatan Bubutan disebut akan melakukan investigasi terkait dugaan keracunan massal akibat program MBG yang diproduksi dapur SPPG Tembok Dukuh tersebut. (rus/van)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: