Refleksi Pemikiran Soemitro, GMNI Dorong Hilirisasi Nasional

Refleksi Pemikiran Soemitro, GMNI Dorong Hilirisasi Nasional Ketua Bidang Industri dan Hilirisasi DPP GMNI, Prima Dwi Dzaldi.

BANGSAONLINE.com - Ketua Bidang Industri dan Hilirisasi DPP GMNI, Prima Dwi Dzaldi, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menengok kembali pemikiran begawan ekonomi Indonesia, Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo. Menurut dia, gagasan Soemitro dalam buku “Industri dalam Pembangunan” masih relevan sebagai peta jalan pemulihan ekonomi Indonesia saat ini.

Prima menilai tantangan struktural yang dihadapi Indonesia, seperti penguatan rantai pasok domestik dan optimalisasi nilai tambah komoditas, telah diantisipasi Soemitro sejak lama.

"Gagasan Prof. Soemitro dalam 'Industri dalam Pembangunan' bukan sekadar untaian teori masa lalu, melainkan sebuah cetak biru yang visioner. Beliau mengingatkan kita bahwa struktur ekonomi yang kuat hanya bisa tegak jika industrialisasi diletakkan sebagai pilar utama pembentukan nilai tambah, bukan sekadar pelengkap sektor ekstraktif," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya harmoni antara sektor produksi dan perdagangan.

"Pembangunan industri tidak dapat dipisahkan dari perluasan perdagangan. Keduanya adalah dua sisi dari satu mata uang yang sama. Industri menciptakan nilai tambah, sedangkan perdagangan membuka jalan bagi produk domestik untuk menguasai pasar dalam dan luar negeri," katanya.

Prima juga mengaitkan pemikiran Soemitro dengan konsepsi Trisakti Bung Karno, khususnya prinsip berdikari di bidang ekonomi.

"Berdikari bukanlah sebuah bentuk isolasi diri dari dunia luar, melainkan kemampuan kedaulatan kita untuk menentukan arah dan memegang kendali atas ekosistem ekonomi kita sendiri. Kita ingin industri nasional tumbuh matang dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri," ucapnya.

Adapun 3 rekomendasi strategis DPP GMNI sebagai kontribusi pemikiran, yakni penguatan ekosistem hilirisasi nasional agar produk pasca-pengolahan menjadi bahan baku berkualitas bagi industri manufaktur lanjutan.

Kemudian, akselerasi substitusi impor dengan memberi ruang tumbuh bagi industri lokal untuk mengurangi ketergantungan pada komponen asing. Lalu, investasi jangka panjang pada human capital melalui peningkatan kapasitas, keahlian, dan transfer teknologi bagi tenaga kerja lokal.

"Pemulihan ekonomi yang sejati membutuhkan kompas yang jelas. Buku 'Industri dalam Pembangunan' karya Prof. Soemitro memberikan kita arah untuk melangkah, sementara Trisakti Bung Karno memberikan kita ruh dan semangat perjuangannya," kata Prima. (rom)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO