Peresmian kampung moderasi beragama di Aula Kantor Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Foto: Ist
Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Kediri, Ferry Djatmiko, menyebut hasil survei Setara Institute tahun 2022, Kota Kediri meraih peringkat 5 besar kota dengan indeks toleransi tertinggi dengan skor 5,850. Ditambah, di tahun yang sama, indeks kerukunan umat beragama Kota Kediri masuk kategori tinggi (4,47) dari skala 5.
"Adanya kampung moderasi beragama di Kota Kediri jadi langkah tepat untuk terus merawat harmonisasi dalam bermasyarakat. Keberadaan kampung moderasi beragama dapat menjadi cerminan, miniatur kehidupan bermasyarakat di Kota Kediri," ucapnya.
Ia pun berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan ikut menjaga kondusifitas kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Kediri.
"Terima kasih pada Kementerian Agama Kota Kediri dan FKUB yang telah mendukung tumbuhnya nilai toleransi dan harmonisasi melalui kampung moderasi beragama," tuturnya.
Ia berharap terus terjalin kolaborasi dan sinergi apik antara Pemkot Kediri, Kemenag dan FKUB. Utamanya melalui program edukasi dan pembinaan pada masyarakat mengenai penerapan moderasi dan toleransi yang tepat dalam perilaku sehari-hari.
"Saya harap, kedepan ketiga kelurahan ini memiliki program dan berkolaborasi untuk mengedukasi masyarakat, menyebarkan nilai perdamaian, serta mengembangkan kampung moderasi ini. Sesuai dengan visi Kota Kediri yaitu mewujudkan Kota Kediri unggul dan makmur dalam harmoni," paparnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




