Ketua RT 5 RW 2 Kelurahan Tempurejo (kiri) saat menunjukkan air sumur yang diduga tercemar. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
"Setelah mendapatkan laporan dari Bu Sularti, saya langsung mengecek sumur dan mendapati sumur yang berbau menyengat seperti bensin. Setelah itu, saya lapor ke Pemerintah Kelurahan Tempurejo," kata Abdullah Mubarok.
Menurut Mubarok, ada 14 rumah warganya yang terdiri dari 16 KK diduga tercemar. Pihak Pemkot Kediri sudah mendatangi lokasi sumur dan sudah mengambil sampel air untuk dibawa ke laboratorium untuk dicek.
"Sampai sekarang, hasil pemeriksaan laboratorium belum kami dapatkan. Tapi informasinya pihak ITS akan datang lagi ke sini," pungkasnya.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri, Ashari, yang langsung turun ke lapangan telah meminta pemkot segera mengatasi pencemaran yang terjadi.
“Secara kasat mata memang terlihat di permukaan ada semacam minyak. Kemudian di beberapa sumur warga yang kita datangi memang berbau. Tapi kembali lagi, kita juga tidak bisa menyimpulkan sebelum ada hasil lab,” ujarnya. (uji/git)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




