Calon Wakil Presiden, Muhaimin Iskandar saat berada di Universitas Andalas, Padang, Senin (4/12/2023). Foto: Kompas.com
PADANG, BANGSAONLINE.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar tegaskan akan menyelesaikan persoalan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di masa lalu.
Hal tersebut disampaikan Cak Imin sapaan akrab saat menyampaikan visi dan misinya di Universitas Andalas Padang, Sumatra Barat, Senin (4/12/2023).
BACA JUGA:
- Menyelamatkan NU, Merawat Rahim: Catatan Reflektif dari Halal Bihalal IKA PMII 2026
- Cak Imin Sebut Ketum PBNU Gagal, Jangan Diteruskan, Nusron: Aumni PMII seperti Tamu di PBNU
- Respons Komentar Cak Imin soal Minimarket, Ketum Barisan Ksatria Nusantara Bilang Begini
- Ini Respon Cak Imin Soal Reshuffle Karding dari Menteri P2MI
Cak Imin menyampaikan hal tersebut, saat seorang peserta bernama Rizky bertanya, apakah Muhaimin dan Calon Presidennya, Anies Baswedan komitmen untuk mewujudkan keadilan.
Setelah Cak Imin mengangguk, Rizky melanjutkan pertanyaannya.
Cak Imin berjanji, bakal menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu. Menurutnya, sejarah harus disampaikan secara terbuka agar peristiwa kelan tak terjadi di kemudian hari.
“Semua sejarah harus diungkap. Tidak boleh ada yang ditutupi, untuk apa? Agar tidak boleh terjadi pengulangan sejarah gelap, hitam yang akan terjadi di masa yang akan datang,” kata Cak Imin.
Namun, ia tak menjawab secara detail bagaimana cara melakukanya, dengan cara yudisial atau non yudisial.
Cak Imin mencontohkan berbagai persoalan di era Order Baru yang mesti diketahui oleh generasi muda.
“Semua harus tahu orde baru, kalau saya jadi rektor seluruh mahasiswa harus tahu sejarah Orde Baru. Supaya, Orde Baru yang jahat tidak diulang lagi,” ujar Cak Imin. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




