Tangkapan layar ambulans yang tengah beradu kecepatan di Jember.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Viral di media sosial video yang memperlihatkan ambulans tengah beradu kecepatan di Jember. Hal tersebut membuat heboh netizen dan masyarakat, karena menganggap kendaraan tersebut tidak digunakan sesuai dengan peruntukannya.
Ketua Forum Komunikasi Otomotif Jember (Forkoj), Solihin, mengatakan bahwa video yang viral itu memang kegiatan yang dilakukan oleh komunitasnya. Ia menjelaskan, peristiwa itu merupakan latihan bersama yang dilakukan pada 26 November lalu.
BACA JUGA:
- Hendak Gagalkan Curanmor, Karyawati SPPG di Umbulsari Jember Dibacok Pelaku
- Libur Lebaran, Pemkab Jember Sediakan Nakes dan Ambulans di Lokasi Wisata
- Ombudsman RI Tetapkan Jember sebagai 10 Besar Kabupaten Terbaik dalam Layanan Publik
- BP Taskin Soroti Jember, 124 Ribu Warga Masih Masuk Kategori Miskin Ekstrem
"Jadi itu hanya latihan saja mas, bukan ajang perlombaan resmi seperti info yang beredar, itu juga sebagai persiapan lomba resmi di Surabaya," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/12/2023).
Latihan bersama itu, kata Solihin, dilakukan karena memang Forkoj akan mengikuti Drag race pada 2 desember 2023. Untuk kendaraan yang dipakai, ia membenarkan jika ambulans memang benar ikut dalam latihan bersama.
"Nah, itu benar memang ada ambulans yang ikut. Tapi itu hanya latihan mas bukan event resmi," ujarnya
Dijelaskan, ambulans itu adalah milik pribadi salah satu kepala desa, bukan milik pemerintah kabupaten maupun milik daerah setempat. Solihin mengaku juga sempat melarang namun merasa tidak enak akhirnya diizinkan.
"Sempat kami larang sebenarnya, tapi memang pak kadesnya suka otomotif jadi ya dia ingin coba mobilnya, Itu juga sebenarnya mobil jenazah, jadi khusus untuk mengangkut jenazah," paparnya.
Ia mengatakan, secara aturan tidak ada larangan jenis mobil apapun untuk mengikuti latihan. Tetapi, memang secara etika dia mengaku tidak pantas karena tidak sesuai dengan peruntukannya.
"Kami selaku Forkoj meminta maaf kepada masyrakat dan etizen, memang tidak ada aturan tapi kami harus akui itu juga tidak tepat karena memang tidak sesuai peruntukan," pungkasnya. (aji/yud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






