Kepala OJK Kediri, Bambang Supriyanto (ist)
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri menilai kinerja Industri Jasa Keuangan di Kediri di pada akhir tahun 2023 lalu, tumbuh stabil.
Kepala OJK Kediri, Bambang Supriyanto, dalam rilis yang diterima BANGSAONLINE.com, Selasa (6/2/2024, mengatakan, pertumbuhan tersebut tidak hanya tercermin dari peningkatan kredit di sektor Perbankan.
BACA JUGA:
- Tarif Pajak UMKM 0,5 Persen Resmi Jadi Kebijakan Tetap
- Nama Tunggal di SK, Rais Aam Putuskan Lokasi Munas-Konbes NU di Ponpes Alfalah Ploso Kediri
- Economic Fest 2026 Dibuka, Hipmi Pamekasan Siap Kawal UMKM Naik Kelas hingga Tembus Pasar Dunia
- Libur Panjang Iduladha, Stasiun Kediri Layani Lebih dari 13 Ribu Penumpang
Tetapi juga dari peningkatan penyaluran pembiayaan di Perusahaan Pembiayaan, dan peningkatan jumlah Single Investor Identification (SID) di sektor Pasar Modal.
Menurutnya, kegiatan edukasi, inklusi, dan perlindungan konsumen, juga terus diperkuat melalui beragam kolaborasi.
Tujuannya untuk meningkatkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.
"Data sektor Perbankan menunjukkan pertumbuhan positif baik pada penyaluran kredit maupun penghimpunan dana,"kata Bambang.
Kredit perbankan di wilayah OJK Kediri posisi November 2023, lanjut dia, tumbuh 9,28 persen (yoy) menjadi sebesar Rp80,18 triliun yang didominasi oleh penyaluran kredit pada UMKM sebanyak 62,33 persen dari total kredit.
Kualitas kredit masih terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,07 persen yang cenderung menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dijelaskan Bambang, bahwa penyaluran kredit dan/atau pembiayaan di wilayah kerja OJK Kediri masih tertuju kepada 3 (tiga) sektor ekonomi utama.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




