Prof Koentjoro Soeparno. Foto: democrazy.id
YOGAKARTA, BANGSAONLINE.com – Ternyata Prof Koentjoro Soeparno mendapat teror setelah menggelar Petisi Bulaksumur dan Gerakan Kampus Memanggil bersama para civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) lainnya. Teror itu terjadi pada Sabtu (16/3/2024).
Dua gerakan Prof Koentjoro Soeparno dan para koleganya di UGM mengeritik keras Presiden Joko Widodo – yang juga alumnus UGM – karena telah merusak demokrasi dan mengabaikan etika dalam bernegara.
BACA JUGA:
- Banyak yang Turun, Cek Fluktuasi Harga Sembako Yogyakarta Hari Ini 7 April 2026
- Harga Cabai di Yogyakarta Hari Ini Melorot, Khusus Rawit Naik Rp3 Ribu
- Update Harga Sembako Yogyakarta Hari Ini: Cabai Besar dan Rawit Berangsur Stabil
- Harga Sembako Yogyakarta 9 Februari 2026: Cabai, Daging Ayam dan Telur Melonjak Semua
Lalu apa isi teror orang tak dikenal itu? Ia menuduh Prof Koentjoro pendukung capres 03. Bahasanya juga sama sekali tak beretika. Inilah isi teror itu:
"Pemilu curang
Pemilu curang
Mbah mu u u u
Koe arep mbelo koncomu 03 to, oalah pak tue pak tue....
Aku wong jateng ae ora srek kok karo ganjar






