Ia mengingatkan bahwa kekuasan atau penguasa ada batasnya.
"Setiap rezim punya ajal," kata Nazaruddin Umar lagi. Ia memberi contoh penguasa orde lama dan orde baru yang dua-duanya sudah dijemput ajal.
BACA JUGA:Jika Bertemu Penjilat atau Memuji Berlebihan, Rasulullah SAW: Taburkan Tanah ke Muka Mereka
Tanda kiamat lainnya, tutur Nazaruddin Umar, adalah masyarakat cuek terhadap kebathilan, tak punya rasa sensitif terhadap kebathilan yang terjadi di sekitarnya, dan juga tak punya rasa malu.
Menurut dia, rasa malu itu merupakan simbol moral dan akhlak. Artinya, kalau sudah tak punya rasa malu, berarti telah terjadi degradasi moral atau kemerosotan akhlak atau moral.










