DARI KIRI: Dr Ahmad Hidayatullah, Prof Dr Junaidi, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag, dan Abdul Mujib. Foto: MMA/bangsaonline
MALANG, BANGSAONLINE.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, menegaskan bahwa Pergunu sempat tidur panjang alias vakum tanpa kegiatan selama puluhan tahun.
“Tapi belum pernah membubarkan diri,” kata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dalam pelantikan Pergunu Kota Malang di auditorium Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang, Ahad (16/11/2025).
BACA JUGA:
- UAC Bakal Buka Program Nuklir, Program Hukum Keluarga Islam Jadi Ilmu Layak Jual, Jika...
- Kiai Asep Cukup Persiapan Dua Bulan, Jika PP Amanatul Ummah Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
- 5 Kereta Tujuan Surabaya dan Malang Terlambat Akibat Gangguan di Jakarta, KAI Daop 8 Buka Suara
- Siap Tanggung Konsumsi Muktamirin, Kiai Asep Persilakan Amanatul Ummah Ditempati Muktamar ke-35 NU
Kiai Asep menyampaikan itu mengomentari lagu mars Pergunu yang dinyanyikan saat pembukaan acara pelantikan dan seminar yang digelar Pergunu Kota Malang.
“Tadi dalam lagu mars Pergunu disebutkan, bangkitlah dari tidurmu yang panjang,” ujar pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu .
Dalam lagu mars Pergunu yang diciptakan H. A. Fathillah & Zainal Abidin MB ada bait:
Wahai Para Guru Bintang Sembilan
Bangkitlah dari Tidurmu yang Panjang
Bersatulah di Pergunu untuk Berjuang
Mengajar dengan Ikhlas dan Lapang
Menurut Kiai Asep, Pergunu didirikan pada tahun 1952.
“Namun embrionya sudah lahir sejak 1938. Saat itu bernama Perguruan Nahdlatul Ulama,” tutur Kiai Asep.
Tapi ketika pemerintahan Orde Baru lahir pada 1966, Pergunu tak bisa bergerak.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




