Ramadan Momentum Keluarga, Lia Istifhama Ajak Orang Tua Bangun Kedekatan Emosional dengan Anak

Ramadan Momentum Keluarga, Lia Istifhama Ajak Orang Tua Bangun Kedekatan Emosional dengan Anak Lia Istifhama, Anggota DPD RI.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada masyarakat, khususnya warga Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan penuh berkah, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat relasi dalam keluarga, serta membangun generasi yang berkarakter.

Menurutnya, perubahan sosial yang berkembang begitu cepat harus diimbangi dengan ketahanan keluarga. Anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang dinamis, sehingga membutuhkan kehadiran emosional orang tua agar tetap memiliki nilai dan arah yang kuat dalam kehidupan.

Lia menjelaskan bahwa kedekatan emosional antara orang tua dan anak memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan baik, termasuk kebiasaan mendoakan orang tua. Ia mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam terdapat doa-doa yang memiliki keutamaan besar, salah satunya doa anak untuk orang tuanya.

“Orang tua tentu memiliki harapan agar anak-anaknya kelak mendoakan kesehatan, keberkahan, dan kesuksesan. Namun hal itu tidak lahir begitu saja. Ikatan batin yang hangat dan penuh kasih sayang harus dibangun sejak dini,” tuturnya dengan bahasa yang lebih tertata.

Ia menilai, membangun hubungan keluarga yang kuat merupakan pekerjaan rumah bersama. Keluarga yang harmonis akan melahirkan anak-anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

Dalam pesannya, Lia juga menyoroti pentingnya peran suami dalam menempatkan istri secara terhormat di dalam keluarga. Rasa aman dan dicintai, menurutnya, akan membuat seorang ibu mampu menjalankan perannya dalam mendidik anak dengan optimal.

Ia mengutip nilai ajaran Islam yang menekankan bahwa seorang suami harus memperlakukan istrinya dengan kasih sayang. Ketika menemukan kekurangan, pendekatan yang dilakukan adalah dengan nasihat yang baik, bukan kebencian.

“Relasi yang dilandasi cinta dan saling menghargai akan menciptakan suasana rumah yang sehat bagi tumbuh kembang anak,” tuturnya.

Lebih lanjut, Lia mengingatkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab mendasar terhadap anak sejak lahir hingga dewasa. Tanggung jawab itu mencakup memberikan identitas yang baik, pendidikan yang layak, serta mempersiapkan masa depan mereka hingga membangun keluarga sendiri.

Ia menekankan bahwa orang tua harus menjadi sahabat bagi anak sepanjang proses tersebut. Kedekatan yang terjalin sejak dini akan memudahkan anak melewati berbagai fase kehidupan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keluarga.

Ramadan, kata Lia, adalah momentum terbaik untuk memperbaiki kualitas hubungan dalam keluarga. Melalui ibadah, kebersamaan saat sahur dan berbuka, serta komunikasi yang lebih intens, keluarga dapat membangun kembali kedekatan yang mungkin sempat renggang karena kesibukan.

Ia berharap bulan suci ini menjadi titik awal bagi lahirnya keluarga-keluarga yang lebih kuat, penuh kasih sayang, dan mampu mencetak generasi yang berbakti kepada orang tua serta bermanfaat bagi masyarakat.