Muhammad Ulinuha, pengacara terdakwa penganiayaan santri di Kediri saat memberi keterangan kepada wartawan. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Orang tua kedua terdakwa penganiaya santri hingga meninggal di Kediri mengaku kecewa dengan sikap pondok yang dianggap tidak kooperatif usai vonis dijatuhkan majelis hakim, Rabu (27/3/2024).
Muhammad Ulinuda, selaku pengacara terdakwa, mengatakan bahwa keseluruhan proses persidangan terhadap AF dan AK telah memasuki tahap akhir pemeriksaan di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri, yaitu sidang dengan agenda vonis.
BACA JUGA:
- Munas-Konbes NU 2026 Dibuka Malam ini di Kediri, Gus Ipul: Insyallah Presiden Hadir di Penutupan
- Sidak Timpora di Ponpes Wali Barokah Kediri, Seluruh Dokumen Santri Asing Dinyatakan Lengkap
- Munas-Konbes NU 2026 di Ponpes Al Falah Kediri Dijaga 400 Personel Banom
- Kebakaran Kandang Ayam di Kediri, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar
Meski sudah divonis majelis hakim, ia menganggap banyak fakta persidangan yang berbeda jauh dengan apa yang menjadi muatan media, baik cetak, elektronik, maupun pada media sosial.
"Sehingga perku kiranya dari orang tua para terdakwa anak beserta tim penasehat hukum menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan proses persidangan sebagai berikut, atas nama seluruh orang tua terdakwa sekali lagi dan tidak akan pernah bosan untuk menyampaikan bela sungkawa atas tragedi kemanusiaan yang terjadi terhadap anak korban," ujarnya.
Menurut Ulinuda, berdasarkan fakta dalam persidangan, terungkap tidak ada motif apapun yang melatarbelakangi terjadinya penganiayaan oleh para terdakwa anak terhadap korban (BBM).
"Jadi semata-mata hanya sikap dan perilaku yang spontanitas, tidak ada dendam dan perasaan jengkel sebelumnya," ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




