Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun.
KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Perum Bulog Kantor Cabang Kediri membuka peluang kerja sama distribusi bahan pangan bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk.
Program tersebut dinilai dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat dalam bisnis distribusi bahan pokok.
BACA JUGA:
- Penyaluran 8.000 Ton Beras Dimulai, Bupati Jember Minta Warga Ikut Awasi Bantuan
- Ular Piton 2 Meter Muncul di Pekarangan Rumah Warga, Damkar Pos Grogol Kediri Lakukan Evakuasi
- Ketua Caretaker DPD AMPI Ajak Gen Z Lestarikan Kuliner Legendaris Berbumbu Rempah
- Pengukuran Ulang Jadi Solusi Sengketa Tanah di Tawang Kediri
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, mengatakan pihaknya tidak memberlakukan persyaratan rumit bagi koperasi yang ingin menjalin kerja sama.
Selama dokumen legalitas telah lengkap, KDMP dapat langsung melakukan pembelian bahan pangan di gudang Bulog.
“Yang penting secara legalitas dokumen sudah lengkap, mereka sudah bisa berbelanja,” ujar Harisun kepada wartawan di Kediri, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, peluang keuntungan dari kerja sama tersebut juga cukup terbuka. Bulog menjual komoditas dengan harga sekitar Rp11.000 per kilogram jika diambil langsung di gudang. Jika menggunakan layanan pengantaran, terdapat tambahan biaya sekitar Rp1.200 per kilogram.
Dengan harga tersebut, KDMP masih memiliki ruang margin ketika menjual kembali ke masyarakat dengan kisaran harga Rp11.500 hingga Rp12.000 per kilogram.
“Sudah kelihatan marginnya. Ini yang membuat banyak pihak tertarik karena sistemnya jelas,” katanya.
Bulog juga memberikan fleksibilitas dalam pengambilan barang. Mitra KDMP tidak diwajibkan mengambil dalam jumlah besar sekaligus, melainkan dapat menyesuaikan dengan kemampuan penjualan.
“Misalnya dalam satu minggu bisa mengambil sampai empat kali. Tidak harus langsung mengambil lima ton sekaligus,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Harisun juga menjelaskan mekanisme distribusi minyak goreng. Prioritas penyaluran difokuskan pada pasar yang masuk dalam pemantauan pemerintah melalui program SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok). Setelah kebutuhan pasar utama terpenuhi, distribusi akan diperluas ke jaringan KDMP.






