"Usaha kerajinan tas anyam jali di sini adalah buah kreativitas masyarakat. Di mana ibu-ibu di sini ternyata awalnya belajar dari youtube. Melalui pembelajaran otodidak, mereka ternyata bisa menghasilkan produk yang bernilai jual dan digemari market yang luas," kata Khofifah.

Bagaimana tidak, usaha yang dikembangkan ibu-ibu di kampung ini telah dipasarkan ke Bali, Sulawesi, dan juga Maluku. Bahkan sempat ekspor ke luar negeri. Namun, karena pasar domestik lebih menguntungkan, mereka kini sedang fokus memproduksi untuk memenuhi pasar di Bali dan pulau wisata lainnya.
"Ini keren sekali. Karena menjadi bukti bahwa ibu-ibu di kampung ini telah terakses literasi digital dengan sangat baik. Bahkan marketnya sudah seluruh Indonesia. Banyak melayani dari Bali untuk masyarakat yang akan ke Pura dan juga wisatawan," tegas Khofifah.










