Pengurus KONI Gresik Keluhkan Minimnya Anggaran dan Fasilitas

Pengurus KONI Gresik Keluhkan Minimnya Anggaran dan Fasilitas Ketua KONI Gresik, Anis Ambiyo Putri (dua dari kanan), saat sarasehan dengan wartawan. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pengurus  Gresik mengeluhkan minimnya anggaran yang didapatkan setiap tahun, dan minimnya fasilitas olahraga untuk berlatih para atlet. 

Namun, Gresik mendapatkan tugas berat dengan target juara, atau bisa masuk 3 besar di sejumlah kompetisi seperti di tingkat provinsi dalam gelaran .

"Sejauh ini, Gresik masih mendapatkan porsi anggaran kecil kalau dibandingkan daerah lain, namun kita ditarget juara bisa masuk 3 besar," kata Ketua Gresik, Anis Ambiyo Putri, Senin (28/10/2024).

Untuk itu, ia mengatakan bahwa pihaknya berharap agar ada peningkatan anggaran saat pembahasan yang dilakukan Pemkab Gresik dan DPRD dalam setiap pembahasan anggaran.

"Anggaran paling besar selama ini Rp5 miliar. Sebelumnya, di bawah itu," ujarnya.

Menurut dia, alokasi APBD Gresik untuk masih kalah jauh dengan kabupaten sekitar, seperti Lamongan dan Sidoarjo.

"Anggaran Lamongan Rp13 milar sementara Sidoarjo Rp 40 miliar," keluhnya.

Anis menyebut, Gresik mengelola banyak cabang olahraga (cabor) dengan anggaran yang minim.

"Sejak 2021, Gresik dengan 41 cabor menjadi 51 cabor. Tahun 2025 target tambah 2 cabor sehingga menjadi 53 cabor," bebernya.

Meski anggaran terbilang minim, prestasi atlet dari Kota Pudak disebut sangat membanggakan.

"Banyak prestasi yang ditorehkan anak-anak kami baik tingkat provinsi (Porprov), nasional (PON) bahkan internasional (Olimpiade)," kata Anis.

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO