Ketua KONI Gresik, Anis Ambiyo Putri (dua dari kanan), saat sarasehan dengan wartawan. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pengurus KONI Gresik mengeluhkan minimnya anggaran yang didapatkan setiap tahun, dan minimnya fasilitas olahraga untuk berlatih para atlet.
Namun, KONI Gresik mendapatkan tugas berat dengan target juara, atau bisa masuk 3 besar di sejumlah kompetisi seperti di tingkat provinsi dalam gelaran Porprov Jatim.
BACA JUGA:
- KONI Kabupaten Probolinggo Cairkan Reward Rp1,1 Miliar untuk Atlet dan Pelatih Peraih Medali Porprov
- Tes VO2MAX Digelar KONI Kota Batu, Beri Hasil Kebugaran Atlet Jelang Porprov 2027
- Puluhan Atlet Berkuda Memanah Adu Skill Bersaing di Porkab Sidoarjo 2026
- MAKI Tolak Mantan Napi Maju Calon Ketua KONI, Wali Kota Blitar Buka Suara
"Sejauh ini, KONI Gresik masih mendapatkan porsi anggaran kecil kalau dibandingkan daerah lain, namun kita ditarget juara bisa masuk 3 besar," kata Ketua KONI Gresik, Anis Ambiyo Putri, Senin (28/10/2024).
Untuk itu, ia mengatakan bahwa pihaknya berharap agar ada peningkatan anggaran saat pembahasan yang dilakukan Pemkab Gresik dan DPRD dalam setiap pembahasan anggaran.
"Anggaran KONI paling besar selama ini Rp5 miliar. Sebelumnya, di bawah itu," ujarnya.
Menurut dia, alokasi APBD Gresik untuk KONI masih kalah jauh dengan kabupaten sekitar, seperti Lamongan dan Sidoarjo.
"Anggaran KONI Lamongan Rp13 milar sementara Sidoarjo Rp 40 miliar," keluhnya.
Anis menyebut, KONI Gresik mengelola banyak cabang olahraga (cabor) dengan anggaran yang minim.
"Sejak 2021, KONI Gresik dengan 41 cabor menjadi 51 cabor. Tahun 2025 target tambah 2 cabor sehingga menjadi 53 cabor," bebernya.
Meski anggaran terbilang minim, prestasi atlet dari Kota Pudak disebut sangat membanggakan.
"Banyak prestasi yang ditorehkan anak-anak kami baik tingkat provinsi (Porprov), nasional (PON) bahkan internasional (Olimpiade)," kata Anis.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




