Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto , bersama Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Aris Purwanto bersama Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rani Santi Nanggolan saat memberi keterangan
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Muncul 3 kontroversi usai penangkapan Ivan Sugianto, pengusaha hiburan malam yang ditangkap Kamis (14/11/2024) di Bandara Juanda karena mempersekusi siswa SMA Gloria 2 Surabaya.
Ivan Dipanggil Mabes TNI
Pertama, penangkapan di Bandara kamis sore terjadi karena Ivan tiba dari Jakarta. Muncul kabar keperluan Ivan ke Jakarta karena memenuhi panggilan dari Mabes TNI.
BACA JUGA:
- Ngaku Tak Tahan Nafsu, Pria di Surabaya Tega Setubuhi Putri Kandung yang Berusia 17 Tahun Sejak 2025
- Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Scamming dan Penyekapan Internasional, 44 WNA Ditangkap
- Geger Temuan Kerangka di Sememi, Tim Inafis Polrestabes Surabaya Lakukan Identifikasi
- Pengeroyokan Wisatawan Asal Surabaya oleh Aremania, 24 Orang Diperiksa Polisi
Seorang rekan Ivan yang bekerja di tempat hiburan malam milik Ivan mengatakan jika Kamis pagi di hari penangkapan, Ivan dipanggil oleh seseorang dari Mabes TNI di Jakarta.
“Sejak Kamis pagi itu handphonenya dia (Ivan) sudah tidak aktif dan pada Rabu malam dirinya bercerita di pangil oleh Mabes TNI. Nah, di situlah info terakhir tentang posisi Ivan,” kata narasumber yang enggan disebut namanya.
Ada 'Ivan Palsu' yang Ditangkap
Kedua, yakni ciri fisik orang yang ditangkap Unit PPA dan Jatanras Polrestabes Surabaya berbeda dengan ciri fisik yang dimiliki Ivan.
Namun, dugaan orang yang ditangkap adalah Ivan 'palsu' (pemeran pengganti) dibantah oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Dirmanto.
"Kemarin itu benar yang bersangkutan ( Tersangka I) ditangkap saat di Bandara Juanda dan tidak ada peran pengganti," bantahnya.
Ia menambahkan, bahwa tersangka Ivan sekarang sudah ditahan di Rutan Polrestabes Surabaya untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.






