KWG bersama AKD Kecamatan Gresik saat edukasi literasi media kepada perangkat desa. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAOLINE.com - Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Gresik bekerja sama dengan Komunitas Wartawan Gresik (KWG) memberikan edukasi literasi media kepada perangkat desa, Jumat (29/11/2024).
Kegiatan yang digelar di Balai Desa Gapurosukolilo, Kecamatan Gresik, itu diikuti oleh Kepala Desa Gapurosukolilo, Kepala Desa Tlogobendung, Kepala Desa Pulopancikan, Kepala Desa Kramatinggil, dan Kepala Desa Sidorukun beserta perangkatnya.
BACA JUGA:
- Bahagiakan Anak Yatim, KWG dan KPUG Ajak 200 Anak Belanja Baju Lebaran di Pasar Gresik
- HPN 2026, KWG Ziarah ke Makam Pendiri dan Wartawan Senior di Gresik
- Gandeng Nurul Hayat, KWG Santuni Anak Yatim di Hari Pers Nasional 2026
- Peringati HPN 2026, KWG Gelar Khatmil Quran, Tasyakuran dan Santuni Anak Yatim
Ketua AKD Kecamatan Gresik, Nur Cahyo, menyampaikan pentingnya literasi media untuk mendukung publikasi program-program desa.
Ia berharap melalui kegiatan ini, perangkat desa mampu menyampaikan informasi terkait program pemerintah desa secara efektif.
"Publikasi yang baik dapat memaksimalkan potensi desa dan meningkatkan kepercayaan masyarakat," ucapnya.
Disampaikan Nur Cahyo, kolaborasi antara AKD dengan KWG ini merupakan tahun kedua.
"Edukasi seperti ini sangat penting, terutama untuk membedakan wartawan yang kompeten sesuai standar Dewan Pers dan tidak," pungkasnya.
Ketua KWG, Miftahul Arif, berharap kolaborasi antara dua lembaga bisa terus berjalan dan bisa memberikan manfaat seluas-luasnya.
"Kami berharap kerja sama ke depannya bisa dipertahankan dan terus ditingkatkan," harapnya.
Sementara itu, narasumber M. Syuhud Almanfaluty menekankan bahwa kepala desa dan perangkat desa perlu memahami aturan dalam dunia pers seperti yang diatur dalam Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers.
"Kita harus paham Undang-Undang Pers dan mengetahui bahwa wartawan yang berkompeten memiliki sertifikasi dari Dewan Pers," ujarnya.
Dengan demikian, wartawan HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com ini berharap perangkat desa tidak lagi takut kepada wartawan.
Apalagi oknum wartawan yang sering datang ke balai desa untuk menakut-nakuti kepala desa dan perangkat dengan mengancam akan memberitakan program-program desa yang dituding terjadi penyimpangan.
Syuhud menjelaskan, bahwa literasi media sangat dibutuhkan dalam era digital dan artificial intelligence (AI) saat ini.
"Kepala desa dan perangkat desa harus memahami peran media sebagai mitra pembangunan yang dapat membantu mempublikasikan potensi desa dan program-program desa," paparnya.
Hal senada disampaikan narasumber lainnya, M Masduki. Ia menjelaskan, bahwa literasi media penting sebagai edukasi soal wartawan yang memiliki kompetensi dan tidak.
Seorang wartawan, kata Masduki, dibekali oleh kartu yang dikeluarkan Dewan Pers sebagai bukti telah kompeten dalam menjalankan tugas jurnalistik.
"Wartawan itu bertugas menyebarluaskan informasi, bukan untuk menakut-nakuti," ungkapnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




