Kolaborasi dengan UTM, Pemkab Pamekasan Launching Produk Program Matching Fund 2024

Kolaborasi dengan UTM, Pemkab Pamekasan Launching Produk Program Matching Fund 2024 Para peternak bersama jajaran DKPP Pamekasan dan LPPM UTM foto bersama usai sosialisasi produk pupuk organik dan kebun bibit hijauan pakan ternak.

"Hal ini juga sebagai trigger bagi peternak milenial yang lain, bahwa usaha peternakan ini sangat menjanjikan kalau dilakukan secara serius dan harus sinergis terhadap pihak lain dengan berkonsep kolaborasi dan korporasi," katanya.

"Pemanfaatan teknologi dan informasi juga menjadi bagian penting untuk mendukung usaha berorientasi bisnis. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan, khususnya daging sapi," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Peneliti LPPM UTM, Andrie Kisroh Sunyigono, menyampaikan hasil dari program Matching Fund 2024 ini yaitu perubahan mindset peternak binaan.

"Dalam kegiatan ini, ada 2 kelompok ternak yang kami bina selama 6 bulan, yaitu di Batumarmar dan Waru. Kami menggunakan transteoritikal model untuk mengetahui progres peternak yang mengikuti pembinaan dari kami," katanya.

Dalam kegiatan ini, lanjut Andrie, para peternak diberi pembinaan pembuatan pakan pelet hingga pengolahan kotoran ternak menjadi kompos.

Hasilnya, ungkap dia, mindset peternak yang dulunya menggunakan budi daya turun-temurun, kini mulai beradaptasi terhadap teknologi dan budi daya modern. Bahkan, peternak dapat memproduksi pakan pelet dan pupuk organik, kemudian melakukan pengemasan produk.

"Kami mencoba untuk mengubah mindset peternak, bagaimana teknis budi daya peternakan yang baik. Kami juga sosialisasi dan pembinaan manajemen pakan, sistem informasi untuk pakan, dan hilirasi sapi Madura," jelas Andrie.

"Hasilnya, peternak mengalami perubahan mindset, baik dari manajemen pakan hingga pengembangan sistem informasi telah diterapkan," tukasnya. (dim/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO