Dr. Ir. Amien Widodo, MSi, (frame kanan atas) dalam acara webinar bertajuk Antisipasi Angin Puting Beliung
BANGSAONLINE.com - Memasuki musim hujan di akhir tahun 2024 ini, sejumlah wilayah di Indonesia terjadi bencana angin puting beliung yang cukup hebat. Melihat kejadian tersebut, pakar mitigasi kebencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menyoroti pentingnya pemeriksaan infrastruktur dan dilakukannya sinergi seluruh pihak agar masyarakat selalu siap ketika menghadapi kondisi yang tak terduga.
Dr. Ir. Amien Widodo, MSi, seorang peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS mengatakan bahwa perubahan iklim global memicu terjadinya cuaca ekstrem.
BACA JUGA:
- MA Islamiyah Senori Tuban Wisuda 167 Siswa Prodistik Hasil Kerja Sama dengan ITS
- Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Ngawi, Warga Panik Selamatkan Diri
- Puting Beliung Sapu Sawah di Kamal Bangkalan, Muncul Tiba-tiba Tanpa Hujan
- Puting Beliung Terjang Lamongan, Tiang Listrik Nyaris Roboh dan Pohon Tumbang
“Salah satunya, angin puting beliung yang kian meningkat frekuensi, kekuatan angin, kecepatan, dan jangkauan wilayah terdampaknya. Fenomena ini dikaitkan dengan keberadaan awan cumulonimbus, yang menghasilkan angin berputar dengan kecepatan tinggi kurang dari lima menit,” terang Amien (3/12).
Amien mengimbau kepada masyarakat untuk memeriksa kondisi rumah, pohon dan infrastruktur lainnya secara berkala khususnya selama musim hujan. Karena menurut Amien, kerusakan infrastruktur bukan selalu karena terjangan angin, melainkan terdapat faktor internal yang memengaruhi daya tahan struktur tersebut.
Sebagai contoh, pohon yang keropos atau sudah tua akan lebih rentan roboh, termasuk rumah dengan struktur atap yang tidak kokoh juga akan lebih mudah terdampak.
Peneliti senior dari Puslit MKPI itu mengimbau agar masyarakat lebih memperhatikan infrastruktur dan vegetasi yang berpotensi membahayakan. “Langkah paling sederhana, masyarakat dapat memastikan atap rumah terpasang dengan baik dan dalam kondisi kuat. Lingkungan sekitar juga perlu pengawasan seperti untuk kondisi pohon dan tidak memasang benda berat di area pohon,” tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




