Para wartawan dan karyawan HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE berkunjung ke Taman Langit Dieng Wonosobo Jawa Tengah sebelum Rapat Kerja (Raker) di Hotel Horison Ultima Semarang pada tanggal 12 hingga 14 Desember 2024. Foto: bangsaonline
EMARANG, BANGSAONLINE.com – Kedudukan pers sangat tinggi dan terhomat dalam Undang-Undang. Karena itu kita sebagai insan pers harus menjaga marwah pers. Terutama pada era media sosial (medsos) yang banyak memproduksi berita-berita bohong alias hoax.
“Agar masyarakat tak menjadi korban informasi yang tidak benar,” tegas M Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE di depan para wartawan dan karyawan HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE se-Jawa Timur dalam Rapat Kerja (Raker) di Hotel Horison Ultima Semarang pada tanggal 12 hingga 14 Desember 2024.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Dukung Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
- HUT ke-26 HARIAN BANGSA, Gelar Khotmil Quran dan Doa Bersama Anak Yatim
- Heboh! Pasangan Sejoli Terekam Kamera Mesum di Kawasan Kampus Universitas Jember
- Edisi Perdana Anekdot Gus Dur, Menertawakan Diri Sendiri Ala KH Abdurrahman Wahid
Dalam Raker HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE bertema "Menjaga Marwah Pers pada Eras Medsos" itu Mas'ud Adnan menceritakan kasus Ustadz Adi Hidayat, Wakil Ketua I Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. “Di medsos Ustad Adi Hidayat diberitakan menggantikan Gus Miftah sebagai Stafsus Presiden. Orang percaya karena ada foto Presiden Prabowo sedang bersalaman dengan Ustad Adi Hidayat. Ternyata itu foto lama, tapi diberi narasi baru,” kata Mas’ud Adnan yang alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS).
“Akhirnya masyarakat jadi korban informasi. Bahkan ada orang yang sudah terlanjur mengucapkan selamat kepada Ustadz Adi Hidayat,” tambah alumnus Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur dan Pascasarjana Unair itu.
Dari banyaknya kasus kebohongan yang diproduksi media sosial itu, Mas’ud Adnan yakin bahwa pada akhhirnya masyarakat jenuh dan antipati terhadap informasi yang diproduksi media sosial.
“Masyarakat akhirnya berpaling dari medsos dan mencari referensi informasi yang benar, yaitu pada media mainstream yang kredibel. Dan sekarang sudah mulai, masyarakat mencari informasi dari media mainstream. Alhamdulillah, media kita (HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE), termasuk media yang sangat kredibel,” tutut Mas’ud Adnan sembari menunjukkan bukti-bukti mutakhir tentang para kiai dan para kepala daerah yang gemar membaca dan berlanganan HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.

M. Mas'ud Adnan saat menyampaikan paparan di depan para wartawan dan karyawan HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE se-Jawa Timur dalam Rapat Kerja (Raker) di Hotel Horison Ultima Semarang pada tanggal 12 hingga 14 Desember 2024. Foto: bangsaonline
Karena itu Mas’ud Adnan minta kepada semua wartawan agar menjaga marwah pers. “Kedudukan pers sangat tinggi dan terhormat dalam Undang-Undang. terutama dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Tapi sayangnya kadang justru kita sendiri yang merendahkan pers,” kata penulis sejumlah buku NU dan Gus Dur itu, diantaranya buku anekdot Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura.
Mas’ud Adnan mengutip teori Montesquieu, pemikir politik asal Prancis yang membagi kekuasaan negara menjadi tiga kekuasaan. Yaitu legislatif, eksekutif dan yudikatif.






