Calon Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Calon Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang tengah melanda berbagai wilayah di Indonesia.
Berdasarkan prakiraan dari BMKG, Jawa Timur saat ini memasuki musim hujan dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Februari 2025. Curah hujan sepanjang Desember 2024 hingga Januari 2025 berada pada kategori menengah hingga sangat tinggi, yakni 201 hingga lebih dari 500 mm, dengan sifat hujan yang normal hingga di atas normal.
BACA JUGA:
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
- Goes To Campus UAC, Gubernur Lemhanas: Dari Rahim Pesantren Lahir Indonesia
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
“BMKG menyebut bahwa saat ini Indonesia tengah dilanda La Nina. Situasi juga tengah musim penghujan. Situasi ini diperparah oleh berbagai dinamika atmosfer lain yang berpotensi meningkatkan intensitas hujan lebat di berbagai wilayah. Selain itu, kita juga menghadapi dampak dari bibit siklon yang menyebabkan angin kencang, gelombang tinggi, dan cuaca ekstrem lainnya,” urai Khofifah, Senin (23/12/2024).
Ia menambahkan, sejumlah daerah di Jawa Timur juga berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, gelombang tinggi, serta banjir rob. Masyarakat yang hendak merencanakan liburan akhir tahun bersama keluarga diminta untuk lebih berhati-hati.
“Saya memahami bahwa libur akhir tahun adalah momen yang dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, saya minta masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan memantau prakiraan cuaca sebelum bepergian. Hindari perjalanan ke daerah-daerah rawan bencana dan pastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman,” tuturnya.
Selain itu, Khofifah mengajak masyarakat untuk tidak memaksakan diri dalam merayakan liburan dan tahun baru, terlebih dengan cara yang tidak sehat seperti berhutang melalui pinjaman online (pinjol). Khofifah menyarankan agar masyarakat tetap berhati-hati agar tidak terjebak jeratan pinjol ilegal. Menurutnya, aplikasi pinjol ilegal pasti memanfaatkan momen Natal dan Tahun Baru.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




