Kalaksa BPBD Sampang, Candra Ramadani Amin (dok. BPBD Sampang)
SAMPANG,BANGSAONLINE.com - Masyarakat di Kabupaten Sampang diimbau untuk siaga bencana banjir rob.
Hal tersebut disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang untuk mengantisipasi potensi bencana yang dipicu oleh cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan selama musim penghujan.
BACA JUGA:
- Pasokan Pangan di Sampang Aman, Diskopindag Sebut Distribusi Lancar Meski BBM Non-Subsidi Naik
- Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Inpres di Sampang, Tekan Biaya Logistik Nasional
- 48 Kepala Sekolah di Sampang Dilantik, Bupati Tekankan Disiplin dan Keteladanan
- BPBD Bojonegoro Prediksi 93 Desa Alami Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Kalaksa BPBD Sampang, Candra Ramadani Amin mengatakan, banjir rob bukan bencana baru, tapi dampaknya bisa sangat serius jika publik tidak siap.
Seluruh wilayah berpotensi terdampak, terutama di wilayah Pantura.
"Dan gotong royong, koordinasi, dan pelaporan dini diharapkan mampu meminimalkan dampak banjir rob," kata Candra, Selasa (7/1/2025).
Peristiwa banjir rob kembali terjadi di Kabupaten Sampang, Madura, Senin (06/01/2025). Sebelumnya banjir rob menimpa lembaga sekolah di Pulau Mandangin, sedangkan yang terbaru melanda di pantai utara tepatnya di Dusun Menangguh, Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, Sampang.
"Untuk itu masyarakat diminta tidak menurunkan kewaspadaan," pungkasnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




