Kurban Kolektif atau Individu, Mana yang Lebih Utama?

Kurban Kolektif atau Individu, Mana yang Lebih Utama? Ilustrasi. Foto: Freepik

BANGSAONLINE.com - Menjelang Idul Adha, kaum Muslimin di seluruh dunia bersiap menunaikan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Ibadah ini juga menjadi wujud keteladanan atas pengorbanan Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail as.

Dalam prakteknya, masyarakat memiliki pilihan untuk menyembelih hewan kurban secara individu maupun kolektif.

Namun, sering kali muncul perdebatan mengenai manakah yang lebih utama, berkurban secara individu atau bersama-sama dalam satu hewan kurban besar seperti sapi atau unta.

Sebagian orang mempertanyakan apakah berkurban secara kolektif dapat mengurangi nilai ibadah seseorang.

Hukum dan Ketentuan Kurban dalam Islam

Berdasarkan ketentuan fikih, seekor kambing atau domba hanya sah untuk satu orang yang berkurban.

Sementara itu, seekor sapi atau unta dapat diperuntukkan bagi tujuh orang.

Hal ini didasarkan pada hadits shahih dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah ra.:

كُنَّا نُشَارِكُ الْبَدَنَةَ وَالْبَقَرَةَ، كُلُّ سَبْعَةٍ فِي وَاحِدَةٍ

“Kami dahulu pernah ikut bersama-sama dalam satu unta atau sapi, tujuh orang untuk satu hewan.” (HR. Muslim no. 1318)

Dengan demikian, secara syar’i, kedua bentuk kurban tersebut sama-sama sah dan diperbolehkan, selama niatnya adalah untuk berkurban dan bukan semata-mata membagi daging.

Pandangan tentang Keutamaan Kurban Individu

Meski keduanya sah, sebagian ulama berpendapat bahwa berkurban secara individu lebih utama, misalnya satu orang berkurban satu ekor kambing.

Sebab, kurban merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah melalui penyembelihan hewan.

Pengorbanan yang dilakukan secara pribadi lebih mencerminkan kesungguhan dan keikhlasan seseorang dalam beribadah.

Imam Nawawi rahimahullah dalam Al-Majmu’ menyatakan:

“Jika seseorang mampu menyembelih seekor kambing untuk dirinya sendiri, maka itu lebih utama dibandingkan bergabung dengan tujuh orang dalam seekor unta atau sapi, karena penyembelihan yang dilakukan sendiri lebih banyak dibanding bagian dari hewan besar.” (Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab, 8/392)

Namun, ini adalah persoalan keutamaan, bukan sah atau tidaknya ibadah.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Pastikan Harga Stabil Jelang Idul Adha, Wali Kota Mojokerto Sidak Pasar Hewan dan Bahan Pangan':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO