BANGSAONLINE.com - Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan pentingnya keberlanjutan sistem peringatan dini bencana meski terjadi perubahan kepemimpinan di daerah.
Pada 9-10 Juni 2025, ia menghadiri United Nations Ocean Conference (UNOC) yang berlangsung di Nice, Prancis. Dalam forum internasional tersebut, ia mengungkapkan peningkatan kesadaran global terhadap mitigasi bencana, khususnya bencana hidrometeorologi dan tsunami, merupakan langkah positif.
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
Kendati demikian, Dwikorita menilai kesadaran global itu belum cukup tanpa disertai kesinambungan tindakan nyata di tingkat lokal.
Ia mencontohkan sebuah kota di Indonesia yang telah disiapkan dengan sistem peringatan dini tsunami secara komprehensif. Sayangnya, setelah terjadi pergantian kepemimpinan, kebijakan tersebut menjadi tidak berlanjut.
"Tiga tahun kemudian terjadi tsunami dan mereka tidak siap menghadapinya," ujarnya.
Dwikorita menekankan, bencana di era perubahan iklim semakin sulit diprediksi. Salah satu contoh nyata adalah munculnya Siklon Tropis Seroja pada tahun 2021, yang secara teori tidak seharusnya terbentuk di wilayah tropis Indonesia.
"Tantangan bencana saat ini semakin tidak terduga," tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




