Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi (kiri) bersama Kepala Desa Gayam, Susilo dan Eko Priyatno saat mengecek kondisi arca yang baru ditemukan. Foto: Muji Harjita/Bangsaonline.
Tarmuji kemudian memandikan arca tersebut dengan air bunga dan membakar dupa sebagai bentuk penghormatan. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih.
“Ibaratnya, arca ini sudah lama tertimbun, lama enggak diperhatikan. Saya bersihkan, saya ucapkan terima kasih. Semoga Allah memberi berkah dan kesehatan untuk warga di sini,” ujarnya.
Menanggapi penemuan ini, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menyampaikan bahwa arca telah diamankan sementara oleh pihak desa untuk menjaga keutuhan dan keselamatannya.
“Penemuan ini akan kami tindak lanjuti bersama tim Balai Pelestarian Kebudayaan. Kami mengimbau warga agar tidak memindahkan atau mengubah posisi temuan sebelum proses kajian selesai. Arca seperti ini merupakan bagian penting dari warisan sejarah kita,” kaya Mustika, Sabtu (21/6/2025).
Menurut Mustika, penemuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa wilayah Kecamatan Gurah, khususnya Dusun Tondowongso, merupakan kawasan penting dalam peradaban masa lampau, yang pada tahun-tahun sebelumnya juga sempat menjadi lokasi penemuan candi dan struktur kuno lainnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Eko Priyatno menambahkan, arca tersebut memiliki 4 muka yang diperkirakan arca Brahma.
“Arca tersebut ditemukan sekitar 300 meter disebelah timur situs Tondowongso. Diduga kuat merupakan percandian Tondowongso yang merupakan candi di masa kerajaan Kahuripan antara abad 9-10,” kata Eko. (uji/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




