Tutup Saluran Air di Kota Lama Gresik Hilang, Masyarakat Terancam Bahaya

Tutup Saluran Air di Kota Lama Gresik Hilang, Masyarakat Terancam Bahaya Tutup pembuangan air dari besi di kawasan Bandar Grisse, tepatnya di depan Sekretariat KWG yang hilang. Foto: Ist

Kawasan tersebut sebelumnya direvitalisasi dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat, dan APBD Gresik senilai kurang lebih Rp50 miliar.

Lubang-lubang saluran air di area itu ditutup seadanya oleh warga menggunakan tanah, pasir, hingga dicor. Beberapa lubang di Bandar Grissee juga hanya ditutup separuh papan cor, termasuk di depan Sekretariat Komunitas Wartawan Gresik (KWG).

Selain masalah tutup saluran air, ditemukan pula kerusakan pada pengaman pohon berbahan besi serta ranting pohon yang tidak dirapikan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik, Ida Lailatussa'diyah, menyampaikan bahwa penanganan kawasan Bandar Grissee dan Kota Lama menjadi tanggung jawab bersama sejumlah OPD.

"Ada kolaborasi sejumlah OPD penangannya, yakni DCKPKP, DPUTR, Dishub, DLH, dan Dinas Pariwisata," katanya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, DCKPKP Gresik bertugas menangani saluran air, sementara DLH bertanggung jawab atas pohon. Satgas langsung diterjunkan ke lapangan untuk mengecek kondisi.

"Tutup saluran air yang hilang akan dipesan dari pelat beton biar aman. Sementara saluran yang rusak akan diperbaiki. Kami juga rencanakan akan dikasih rambu-rambu," paparnya. (hud/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO