Kalaksa BPBD Sampang, Chandra Ramadhani Amin
SUMENEP,BANGSAONLINE.com - BPBD Kabupaten Sampang mencatat, 11 dari 14 kecamatan mulai terdampak kekeringan akibat kemarau basah yang sedang berlangsung.
Meski hujan sempat turun sesekali, namun jumlah dan durasinya tidak mampu memenuhi kebutuhan air warga.
BACA JUGA:
- Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Trenggalek Siapkan Teknologi Penghasil 40 Liter Air per Malam
- Musim Tanam Tembakau Tiba, Permintaan Air Tangki di Sampang Melonjak
- Polsek Karang Penang Sampang Intensifkan Patroli Sore, Antisipasi Kriminalitas dan Laka Lantas
- Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Ngawi, Warga Panik Selamatkan Diri
Kepala Pelaksana BPBD Sampang, Chandra Ramadhani Amin menjelaskan, pihaknya telah mengumpulkan data wilayah terdampak dan mengajukannya ke Bupati Sampang untuk mendapat persetujuan anggaran penanganan.
"Rencana penyaluran bantuan air bersih kini sedang disusun, dan akan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kebutuhan dan tingkat keparahan dampak di masing-masing daerah," tuturnya. Senin (4/8/2025).
Chandra menyebut, pengiriman air bersih atau droping akan segera dilaksanakan sebagai bentuk kesigapan pemerintah dalam menjamin kebutuhan dasar masyarakat, terutama di desa-desa yang kesulitan mengakses sumber air bersih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





