Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat pelepasan Tim Wanala Unair untuk pengibaran bendera merah putih. (Ist)
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 25 mahasiswa pencinta alam (Wanala) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bergabung dengan Tim Ekspedisi 80 Gunung Arjuno yang dikomandani oleh Kepala Dinas Kehutanan Jatim, Jumadi. Tim ini akan menjalankan misi pendakian ke Gunung Arjuno untuk memperingati HUT ke-80 RI pada tanggal 17 Agustus.
Dalam kesempatan ini, Khofifah bersama Rektor Unair melepas Tim Wanala dari Gedung Rektorat Kampus C Unair Surabaya, Jumat (15/8/2025) dan akan bergabung dengan Tim Ekspedisi 80 Gunung Arjuno hari ini untuk mengibarkan bendera merah putih dan penanaman pohon di Puncak Gunung Arjuno.
BACA JUGA:
- Genjot Produktivitas Tebu, Khofifah Pimpin Tanam Perdana Bongkar Ratoon di Kediri
- Gubernur Khofifah Sebut EJIES 2026 Jadi Pusat Inovasi Pendidikan Terbesar di Jatim
- Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji Embarkasi Surabaya, Gubernur Khofifah: Jaga Kesehatan dan Ibadah
- Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP Bekerja ke Luar Negeri
Khofifah berpesan agar mereka memegang filosofi yang diajarkan Sunan Kalijaga bahwa Urip iku Urup. Artinya, hidup itu seharusnya bermanfaat dan memberikan kebaikan bagi orang lain, seperti api yang menyala dan memberikan terang serta kehangatan.
Melalui kegiatan tersebut, Gubernur Jatim menyebut bahwa Wanala tengah bersiap mencetak sejarah. Pasalnya, dalam misi pendakian kemerdekaan RI ini mereka tidak hanya mendaki, tetapi juga menanam bibit Cemara Gunung dan Eukaliptus.
“Kita bersiap untuk membuat sejarah dari apa yang kita tanam nanti ada cemara gunung, ada eukaliptus harapannya akan muncul sumber air krhidupan,” ujarnya.
Sebanyak 10 bibit pohon Cemara Gunung diserahkan Gubernur Jatim secara simbolis kepada tiga perwakilan Wanala untuk di tanam di Gunung Arjuno. Juga dilakukan penyerahan Bendera merah Putih dan Bendera Unair.
Dua tanaman ini, lanjut Khofifah, memiliki akar yang kuat sehingga dapat membantu menjaga kestabilan tanah, mencegah erosi, terutama di daerah lereng atau perbukitan. Selain itu juga dinilai mampu menciptakan sumber air baru.
“Mudah-mudahan nanti dalam waktu yang tidak lama sudah bisa menjadi sumber air, kita memberikan kehidupan pada yang lain,” katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




