Kapolsek Wonokromo saat menyerahkan penghargaan kepada warga dan ormas
Sementara perwakilan warga Slamet Riyadi ketua Rt.11, mengungkapkan, warga spontanitas membantu menjaga Polsek Wonokromo dari serangan karena ada dua poin.
Pertama masjid sebagai tempat ibadah warga dan kedua kedekatan dengan anggota Polsek Wonokromo sudah seperti keluarga sendiri.
“Dalam melakukan penghalauan terhadap para perusuh kami spontanitas membantu agar tidak terjadi pengrusakan, Itu spontanitas. Juga antara jarak Polsek dengan pemukiman warga cukup dekat sehingga kami takut akan terjadi hal hal yang tidak diingginkan di perkampungan kami,” ujar Slamet Riyadi.
Saat kericuhan yang akan menyasar Polsek Wonkromo, Slamet Riyadi baru pulang dari Kodam bersama ketua karang taruna setempat usai persiapan lomba karaoke.
Sepulang dari Kodam, warga melihat massa sudah menyalakan petasan ke arah Mapolsek Wonokromo.
Adanya potensi ancaman Pihaknya lalu memanggil warga untuk membantu menjaga masjid dan Polsek Wonokromo yang masih satu lokasi.
"Massa (perusuh) datang dari selatan, gunungsari, mau menyerang ke sini, awalnya mercon dulu, pelemparan, terus ada teriakan bakar Polsek Wonokromo, terus spontan (kami) melindungi itu. Kami warga ada sekitar 150 orang," tutup Slamet Riyadi. (rus/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




