"Ketika kami tanya, beragam jawabannya, ada yang jajan ke kantin. Kami tidak bisa berspekulasi, karena kami bukan dokter yang harus meneliti muntahannya, kami hanya menerima makanan itu, kemudian kami distribusikan," tuturnya.
Saat ditanya kembali dugaan penyebab karena usai menyantap MBG, lagi-lagi Anggraeni mengelak tidak tahu. Sebab, menurutnya para siswa memakan makanan lain selain MBG.
Namun, ia membenarkan, bahwa hari ini ada jatah MBG untuk 1.295 siswa, termasuk kelas 10, 11 dan 12.
"Setelah kami tanya beberapa, beragam yang dimakan. Karena anak-anak ada yang jajan di kantin, ada yang di koperasi, ada yang makan jatah MBG itu juga.Karena anak-anak ada yang jajan di kantin, ada yang di koperasi, ada yang makan jatah MBG itu juga," jelasnya.










