BANGKALAN,BANGSAONLINE.com - Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bangkalan masih menyelidiki penyebab dugaan keracunan yang menimpa 84 siswa SMAN 1 Kokop, Kecamatan Kokop, dengan melibatkan dinas kesehatan dan melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika mengatakan, tim telah melakukan investigasi menyeluruh dengan meminta keterangan korban, mengamankan sampel makanan, serta memeriksa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penyedia makanan.
Menurutnya, penelusuran dilakukan untuk memastikan sumber gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Bambang mengungkapkan dampak kejadian tersebut tidak hanya dirasakan siswa penerima manfaat program MBG.
Investigasi Keracunan 84 Siswa SMAN 1 Kokop Bangkalan, Satgas MBG Ungkap Temuan ini di SPPG.
Saat melakukan pemeriksaan di dapur komunal SPPG, tim menemukan adanya catatan terkait sistem sanitasi yang digunakan.
Bambang menyebut Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi tersebut masih menggunakan standar lama.
"IPAL-nya ada, cuma masih menggunakan standar lama," cetusnya.
Meski demikian, pihak pengelola SPPG disebut telah merespons temuan tersebut dengan melakukan pembaruan fasilitas.
Menurut Bambang, perangkat IPAL yang sesuai standar terbaru telah didatangkan pada hari yang sama.
"Tapi pada hari yang sama pihak SPPG telah mendatangkan IPAL yang sesuai standar terbaru, hanya saja belum terpasang," katanya.
Untuk memastikan penyebab utama dugaan keracunan, Satgas MBG berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan dan Puskesmas Kokop.
Pemeriksaan dilakukan melalui investigasi epidemiologi terhadap seluruh penerima manfaat MBG di wilayah tersebut.
"Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan bersama Puskesmas Kokop telah melakukan investigasi epidemiologi terhadap seluruh penerima manfaat MBG selama 3 hari ke depan untuk mengetahui sumber pasti dugaan keracunan," ujarnya.
Bambang menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut.
Hal itu karena hasil pemeriksaan laboratorium masih dalam proses.
Petugas kesehatan telah mengamankan sampel makanan sisa serta sampel muntahan dari siswa terdampak untuk diperiksa di laboratorium di Surabaya.
"Kami tidak bisa menyimpulkan penyebabnya sekarang karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sampel makanan dan muntahan sudah diamankan dan akan diuji," tandasnya.










