Mohammad Nalikan
LAMONGAN,BANGSAONLINE.com - Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Lamongan, Mohammad Nalikan menegaskan pentingnya peningkatan standar kebersihan dan keamanan pangan di dapur Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG).
Hal ini sesuai instruksi Presiden RI, agar seluruh dapur SPPG di Indonesia memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
BACA JUGA:
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Mawar Merah pada Kerudung Jadi Penanda Unik Jemaah Haji asal Lamongan di Madinah
- Petaka! Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Keracunan MBG dari SPPG Tembok Dukuh
- Pemkot Kediri Tindaklanjuti Kasus Keracunan 73 Siswa Program MBG
"Jadi kita dorong keterlibatan Dinas Kesehatan untuk mengerahkan puskesmas, ikut melakukan pengecekan sekaligus evaluasi di masing-masing SPPG. Saya kira ke depan insya Allah akan lebih baik lagi," kata Mohammad Nalikan kepada wartawan, Senin (29/9/2025).
Nalikan menyampaikan, langkah ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat yang menekankan pentingnya standar higienis dalam penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.
Menurutnya, dapur SPPG di Lamongan harus menjadi contoh bagaimana layanan pangan bergizi bisa dikelola dengan sehat, aman, dan memenuhi kriteria sanitasi.
Ia juga memastikan koordinasi terus berjalan dengan pemerintah pusat, baik melalui rapat daring maupun monitoring langsung di lapangan.
"Hari ini juga ada zoom dengan pemerintah pusat yang membahas khusus terkait SPPG ini," tuturnya.
Dinas Kesehatan Lamongan disebut akan berperan aktif dengan melibatkan tenaga kesehatan puskesmas dalam pengawasan rutin, termasuk pemberian rekomendasi perbaikan jika ditemukan dapur yang belum sesuai standar.
Dengan adanya SLHS, diharapkan seluruh dapur SPPG tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan bergizi, tetapi juga menjamin keamanan konsumsi bagi penerima manfaat. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




