Fenomena serupa juga terjadi di wilayah lain di Jawa Timur. Di Lamongan dan Surabaya, suhu udara bahkan sempat menembus 37 derajat Celsius pada 14 Oktober lalu.
Namun, Linda memastikan cuaca panas ekstrem kini mulai berangsur mereda seiring meningkatnya potensi pembentukan awan hujan.
“Sekarang sudah mulai mendung-mendung, jadi panasnya tidak seterik kemarin,” ujarnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah perubahan suhu ekstrem. Pergantian cuaca dari panas terik ke kondisi lembap dapat memicu penyakit seperti batuk, pilek, dan pneumonia.
“Masyarakat disarankan cukup minum air putih, menjaga asupan vitamin, dan menghindari aktivitas berlebihan di luar ruangan pada siang hari,” pesannya.
BMKG memperkirakan cuaca di Jawa Timur akan berangsur normal dan memasuki masa peralihan menuju musim hujan dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




