MALANG,BANGSAONLINE.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Malang mengungkap penyebab cuaca panas yang melanda Malang Raya dan sebagian besar wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir.
Prakirawan BMKG Malang, Linda Fitrotul, menjelaskan fenomena panas ini dipicu oleh pergeseran posisi semu matahari yang kini berada sedikit di selatan ekuator. Kondisi tersebut membuat sinar matahari terasa lebih terik dari biasanya.
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
“Sekarang posisi matahari sudah agak di selatan ekuator, jadi sinarnya lebih menyengat dan terasa panas,” jelas Linda, Kamis (16/10/2025).
Selain itu, angin timuran dari Benua Australia membawa massa udara kering yang mempersulit pembentukan awan hujan. Akibatnya, langit lebih cerah dan suhu permukaan meningkat.
“Udara kering dari Australia ini menyebabkan awan sulit terbentuk sehingga sinar matahari langsung terasa terik di permukaan,” tambahnya.
Linda menyebut, suhu udara maksimum di wilayah Malang Raya beberapa hari terakhir berkisar 30 hingga 32 derajat Celsius, sedikit di atas rata-rata normal sekitar 30 hingga 31 derajat Celsius. Sedangkan suhu minimum pada Oktober ini berada di kisaran 16 hingga 18 derajat Celsius.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




