Pertunjukan ini melibatkan sekitar 75 mahasiswa dan sejumlah dosen, digarap dengan pendekatan dramaturgi tradisi kontemporer. Kamal merancang struktur pementasan yang dinamis dan komunikatif, mempertemukan kekuatan narasi klasik dengan sensibilitas penonton modern.
āPertunjukan ini bukan hanya soal menampilkan cerita lama, tetapi bagaimana kami membangun kembali roh legenda itu agar bisa berdialog dengan masyarakat hari ini,ā kata Musthofa.
Tema yang diangkat menyoroti pentingnya sikap kritis dalam menerima informasi, merujuk pada nasib tokoh Sidopekso yang terjebak oleh kabar menyesatkan. Pesan ini menjadi relevan di era keterbukaan informasi dan media sosial.
Kekuatan artistik pertunjukan terletak pada perpaduan musik gamelan dengan instrumen modern, menciptakan atmosfer musikal baru yang tetap berakar pada tradisi.










