Menteri Sosial saat memberi keterangan pers.
BANGSAONLINE.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mengumumkan adanya penambahan 1,6 juta keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos), dan bantuan langsung tunai sementara (BLTS) triwulan IV 2025 yang baru selesai melalui proses verifikasi lapangan.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengatakan bahwa tambahan usulan keluarga penerima manfaat tersebut berasal dari data Badan Pusat Statistik (BPS).
BACA JUGA:
- Warga Jangan Panic Buying! Inflasi Kota Kediri Capai 3,27 Persen pada Mei, Ini Pemicunya
- Harga Ekspor dan Impor RI Kompak Naik pada Kuartal I 2026, Logam Jadi Pendorong Utama
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Tips Agar Pencairan PKH Berjalan Lancar Tanpa Kendala
“Khusus Provinsi Jawa Barat, total terdapat 1,2 juta penerima manfaat baru,” ujarnya saat meninjau penyaluran BLTS di Kantor Pos Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat, (28/11/2025).
Ia menyatakan, pada penyaluran tahap kedua periode November 2025, terdapat sekitar 12 juta penerima manfaat yang mendapatkan BLTS, dengan 11 juta di antaranya disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
"Secara nasional, realisasi penyaluran via Kantor Pos itu telah mencapai 58 persen hingga hari ini," tuturnya.
Mensos memastikan, penyaluran BLTS terus dikebut oleh mitra penyalur yang selain Pos Indonesia juga melalui segenap bank milik pemerintah (Himbara) dengan target total 35,04 juta KPM.
Ketika ditanya terkait penyaluran bansos untuk KPM yang terdampak bencana, ia menyebut pola distribusi akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, memadukan kolaborasi petugas POS Indonesia dengan pilar-pilar pendamping PKH Kementerian Sosial dan Dinas Sosial di masing-masing daerah, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




